Erick Thohir Bongkar Cara Kerja Ekonomi Indonesia Tetap Tumbuh Meski Jepang dan Inggris Alami Resesi

8
364
Erick Thohir Yakni Menteri BUMN RI Beri Tanggapan Soal Indonesia Tidak Terjatuh Dalam Jurang Resesi, Meski Jepang Dan Inggris Saat Ini Tengah Resesi

 

Isuterkini.com|  Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI, Erick Thohir Beri tanggapan soal Indonesia tidak terjatuh dalam jurang resesi, meski Jepang dan Inggris saat ini tengah resesi.  Erick menilai, ada peluang bagi ekonomi Indonesia untuk tumbuh lebih tinggi.

Dalam penjelasan lebih lanjut Erick mengatakan, saat ini saja, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 5,05 persen, lebih tinggi dari banyak negara di dunia. Erick tak menutup kemungkinan ekonomi Indonesia bisa tumbuh 5,5 persen tahun depan.

“Banyak negara resesi tapi sebenarnya itu ada kesempatan untuk Indonesia tumbuh, tinggal bisa enggak kita, yang tadi saya sampaikan, konsolidasi,” kata Erick disela Groundbreaking Gedung BNI di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang, Banten, Selasa (20/02/24)  kemarin.

Iapun menyampaikan bahwa Konsolidasi yang dimaksudnya adalah adanya kerja sama antara pemerintah pusat hingga pemerintah daerah. Utamanya, untuk memberikan kemudahan bagi masuknya investasi ke Indonesia. Dengan begitu, ekonomi nasional bisa ikut terkerek.

BERITA UNTUK ANDA : Apindo Sampaikan Isu Mundur Para Menteri Jokowi Tak Berpengaruh Besar ke Dunia Usaha

“Pemerintah pusat, pemerintah daerah lebih mempermudah perizinan, perizinan berinvetasi, perizinan juga untuk lahan dan lain-lain, dan di situlah tentu bagaimana juga kita mendorong yang namanya swasta untuk tumbuh, BUMN untuk tumbuh, dan investasi bisa masuk yang sebesar-besarnya,” ujar Erick.

Erick pun menegaskan, saat negara-negara besar di dunia terancam resesi, Indonesia punya peluang untuk tumbuh lebih cepat. Lagi-lagi, kuncinya adalah ramah terhadap investor.

“Misalnya Inggris ada resesi, Jepang ada resesi bukan berarti kita menuju resesi, ya dimana justru itulah oportunity ketika negara lain memperlambat, kita mempercepat pertumbuhannya, tinggal konteksnya bisa enggak kita memperbaiki diri kita sendiri supaya lebih friendly kepada market dan investment,” papar Erick.

Masih menurut pendapat Erick, hal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Tanah Air, tak sebatas bergantung pada kontribusi BUMN. Tapi, ada kolaborasi antara perusahaan pelat merah dan swasta.

BERITA UNTUK ANDA : Lembaga Penjamin Simpanan Dikabarkan Bayar Klaim Nasabah Rp.329,2 Miliar Akibat Bank Bangkrut

“Saya enggak mau bicara BUMN sendiri, tapi kolaborasi menyeluruh antara BUMN dengan private sector, investasi yang kita dorong,” tegas Erick.

Erick juga memberi contoh salah satu persaingan terjadi di industri perbankan nasional. Dalam daftar 10 bank terbesar, lima diantaranya adalah bank BUMN. Hal ini yang dinilai Erick sebagai persaingan sehat tanpa adanya monopoli pasar.

“Persaingan yang sehat, yaa tidak BUMN memonopoli ataupun swasta memonopoli. Tapi perimbangan dari persaingan yang sehat itu yang harus ditumbuhkan. Disini itu yang saya bilang antara bank BUMN pun bersaing secara sehat,” beber Erick.

Diketahui seperti yang disampaikan oleh  Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengakui bahwa perekonomian negara-negara maju mulai mengalami tekanan, termasuk Jepang dan Inggris yang sudah masuk jurang resesi. Sri Mulyani menyebutkan tekanan yang dialami oleh negara-negara maju itu dipengaruhi oleh kenaikan suku bunga yang terlalu tinggi yang terjadi diberbagai negara. (it)

 

8 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini