by

GERAK CEPAT Jokowi ATASI DAMPAK TSUNAMI SELAT SUNDA

-Isu-dibaca 68 kali

Pemerintah bergerak cepat mengatasi dampak tsunami Selat Sunda yang melanda kawasan Anyer dan Lampung Selatan

Jokowi yang masih berada di Sulawesi, langsung mengirim ucapan duka serta arahan.

Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga baru pulang dari Makassar langsung menggelar jumpa pers. “Peralatan telah disiagakan oleh Kementerian PUPR, apabila terdapat jalan dan jembatan yang rusak,” kata Jusuf Kalla di Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma, Minggu, 23 Desember 2018.

Jusuf Kalla mengatakan pengiriman bantuan pascabencana tsunami di pantai Pandeglang dapat dilakukan melalui jalan darat. “Jalan dalam kondisi baik karena penyebab bencana bukan gempa, namun longsor dari Anak Gunung Krakatau sehingga air naik. Pembersihan terus dilakukan oleh Kementerian PUPR, peralatan disiagakan apabila terdapat jalan dan jembatan yang rusak,” katanya dalam keterangan pers didampingi Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahtjanto, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin.

Menteri Basuki mengatakan, sejumlah alat berat sudah dikerahkan dan sebagian sudah bekerja membuka dan membersihkan jalan. Pekerjaan dilapangan terus dilakukan dan akan dihentikan bilamana ada peringatan peningkatan risiko terjadinya air pasang.

Saat ini Menteri Basuki menuju Posko Gabungan Penanggulangan Bencana di Labuhan, Pandeglang untuk meninjau langsung dan mengkordinasikan penanganan tanggap darurat.

Sejumlah alat berat dikerahkan dari Balai Jalan dan Balai Wilayah Sungai Kementerian PUPR serta BUMN Karya dan kontraktor. Alat berat sementara dikonsentrasikan untuk penanganan di Pantai Caritan dan Labuhan.

Jumlah alat berat yang dikerahkan sebanyak tujuh ekskavator, 12 dump truk, dan dua loader. Mobilisasi alat berat terus dilakukan dimana akan ada tambahan sebanyak satu unit ekskavator, satu dozer, satu loader, satu grader, dua tronton dan empat dump truk.

Dampak kerusakan akibat terjangan tsunami pada wilayah pantai yang memiliki breakwater dapat direduksi seperti di Pantai Jongor dan Kemuning di Pandeglang, Banten dan Pantai Kalianda dan Rajabasa di Lampung Selatan.

Hingga Minggu malam, jumlah korban dan kerusakan akibat tsunami yang menerjang wilayah pantai di Selat Sunda terus bertambah. Data sementara tercatat 222 orang meninggal dunia, 843 orang luka-luka dan 28 orang hilang.

Kerusakan material meliputi 556 unit rumah rusak, 9 unit hotel rusak berat, 60 warung kuliner rusak, 350 kapal dan perahu rusak. Tidak ada korban warga negara asing. Semua warga Indonesia. Korban dan kerusakan ini meliputi di 4 kabupaten terdampak yaitu di Kabupaten Pandeglang, Serang, Lampung Selatan dan Tanggamus.

Penanganan darurat terus dilakukan. BNPB bersama TNI, Polri, Basarnas, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian PU Pera, Kementerian ESDM, dan K/L terkait terus mendampingi Pemda dalam penanganan darurat. Pemda Provinsi dan Pemda Kabupaten terus berkoordinasi dengan berbagai pihak. Posko, pos kesehatan, dapur umum dan pos pengungsian didirikan untuk menangani korban.

Pemerintah bersama semua unsur lapisan masyarakat bahu-membahu, bergotong royong mengatasi dampak tsunami di Banten dan Lampung. (*)

Ayo, bangkit Indonesia!

sumber: Tim Relawan Nasional #01

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

News Feed