Jelang Pemungutan Suara Pilpres 2024, NU Dan Muhammadiyah Berharap Suasana Kondusif

11
334
Nahdlatul Ulama (NU) Dan Muhammadiyah Miliki Harapan Yang Sama, Kiranya Pemungutan Suara Pilpres 2024 Berlangsung Kondusif

 

Isuterkini.com| Dua Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah memiliki harapan yang sama, kiranya pemungutan suara Pilpres 2024 berlangsung kondusif pada 14 Februari mendatang.

“Kami gembira kampanye berjalan lancar, tidak ada insiden yang mengganggu proses politik ini. Harapan kita tetap lancar sampai seluruh tahapan selesai. Apa pun hasilnya kita terima,” kata Saifullah Yusuf, Sekjen PBNU melalui keterangan tertulis, Sabtu (10/02/24) kemarin.

Pria yang akrab dipanggil Gus Ipul mengatakan pemilu merupakan proses demokrasi yang harus dilewati. Ia mengatakan seluruh pihak di Pemilu 2024 harus bisa menempatkan diri dengan baik. Ia menekankan pentingnya persatuan guna membangun masa depan bangsa usai pemilu rampung nanti.

“Pemilu ini adalah proses yang harus kita lewati. Setelah itu kita bersatu kembali, mencari cara supaya kita bisa menata masa depan bangsa yang lebih baik,” tutur Gus Ipul.

Baca Juga : Prabowo Subianto Sampaikan Pidato Politik Pada Kampanye Akbar Di GBK

Pandangan yang sama juga disampaikan oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti yang mengajak seluruh masyarakat Indonesia bisa menerima apapun hasil Pilpres 2024 nanti. Mu’ti meminta kepada pihak pemenang maupun yang kalah di pilpres nanti agar bisa bersikap patut dan menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau kelompok.

“Yang menang, jangan jemawa. Dan, yang kalah legawa, setelah pemilu kembali bersatu,” kata Mu’ti.

Pada kesempatan itu, Mu’ti pun menganjurkan agar ada proses rekonsiliasi dan akomodasi setelah penyelenggaraan  Pilpres 2024 rampung. Menurutnya, tak ada istilah ‘the winner takes it all’ dan menyingkirkan pihak yang kalah.

“Saya kira itu bukan bagian dari karakter dan sistem politik kita. Kita tidak mengenal pemerintah yang berkuasa dan partai yang oposisi. Semua bagian dari pilar demokrasi Indonesia,” tutur Mu’ti.

Diketahui bahwa Masa kampanye Pemilu 2024 berakhir pada Sabtu (10/02/24) kemarin. Selanjutnya akan memasuki masa tenang pada 11-13 Februari. Pemungutan suara dilaksanakan pada 14 Februari di seluruh Indonesia. (it)

 

11 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini