by

Jelang Pilpres 2019, HOAX di Dunia Maya Merajalela dan Menggila Setiap Harinya

-Isu Pemilu 2019-dibaca 137 kali

HOAX di Dunia Maya Merajalela dan Menggila Setiap Harinya – Baru beberapa hari masa kampanye berlangsung, Polri telah mendeteksi dan mencatat terdapat 3.500 berita hoaks yang tersebar setiap harinya di media sosial, terutama soal pilpres dan pileg.

Mulai dari percakapan mesra cawapres dengan artis cantik, dukungan Israel terhadap salah satu pasangan calon, hingga hasil-hasil survei yang tak jelas siapa penyelenggara dan metodenya. Selain itu tak ketinggalan Isu menyangkut pemilu seperti SARA, China, PKI, komunis, dan lainnya juga bertebaran di jagat maya.

Diharapkan kepada seluruh masyarakat jangan terburu-buru menganggap informasi yang dikirim oleh kerabat, kawan dekat, atau sejawat adalah benar adanya. Karena, bisa jadi itu kabar bohong alias hoaks belaka yang sengaja disebarkan untuk memperkeruh situasi Bangsa kita.

Terpenting bagi kita adalah jangan sampai kondisi Pilpres Amerika Serikat pada tahun 2016, yang penuh diwarnai ujaran kebencian dan hoaks yang membuat  negara tersebut terbelah, terjadi di Indonesia tahun depan. Kesatuan dan persatuan bangsa lebih penting dari hasrat berkuasa segelintir orang saja.

Dari pengamatan KPU, dapat dipastikan kampanye yang tersebar di media sosial saat ini, memiliki kecenderungan hoaks semua. Beberapa ciri – ciri kampanye HOAX yang tersebar di dunia maya saat ini adalah menghina, mengandung unsur SARA dan menjelekkan orang lain.

Guna menghindari kampanye hitam dan hoaks, Bawaslu berkomitmen akan memperketat pengawasan terhadap media sosial, dengan cara bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Setiap akun yang menyebarkan black campaign atau kampanye hitam segera ditutup selama Pileg dan Pilpres 2019. Sasaran utamanya adalah para aktor penyebar berita tidak benar (HOAX) dan kampanye hitam. Imbauan ini pun telah disampaikan kepada seluruh partai dan seluruh masyarakat agar tidak menggunakan cara licik dan keji yang dapat memecah belah bangsa.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

News Feed