Serangan Israel ke Rafah di Gaza Berpotensi Jadi Bencana Kemanusiaan, Amerika Serikat Beri Peringatan

15
253
Militer Israel Meningkatkan Serangan Di Rafah Sejak Hari Kamis Beberapa Hari Lalu, Para Saksi Melaporkan Lebih Banyak Serangan Dalam Semalam

 

Isuterkini.com|  Rafah yang merupakan kota di perbatasan Gaza Selatan diserang Israel, hari ini Jumat (09/02/24) kemarin. Minyikapi hal itu, Amerika Serikat (AS)  memperingatkan akan adanya bencana yang akan datang. Di Rafah terdapat lebih dari satu juta warga Palestina yang mengungsi mencari perlindungan.

Diberitakan oleh  AFP, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dia telah memerintahkan pasukannya untuk bersiap beroperasi di Rafah, kota besar terakhir di Jalur Gaza yang mana pasukan darat Israel belum memasukinya.

Baca Juga : Putra Itamar Ben-Gvir Sebut Presiden Biden Sakit Alzheimer, Menteri Israel Itu Minta Maaf

Departemen Luar Negeri AS melalui seorang juru bicaranya mengatakan Amerika Serikat tidak mendukung operasi Israel di Rafah. Presiden AS Joe Biden mengatakan kepada wartawan bahwa dia menganggap tindakan Israel dalam perang melawan Hamas.

Militer Israel meningkatkan serangan di Rafah sejak hari Kamis beberapa hari lalu. Para saksi melaporkan lebih banyak serangan dalam semalam. Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas di wilayah tersebut mengatakan pada Jumat pagi bahwa lebih dari 100 orang tewas pada malam itu, termasuk setidaknya delapan orang di Rafah.

Dari penjelasan yang disampaikan  Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan tiga anak tewas dalam serangan di Rafah. Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan informasi terkait serangan yang akan datang ke kota itu mengkhawatirkan, dan memperingatkan bahwa hal itu akan menjadi mimpi buruk kemanusiaan.

Vedant Patel,  Wakil Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, mengatakan Washington belum melihat bukti adanya perencanaan serius untuk operasi darat di Rafah. Hal itu karena Rafah juga merupakan pintu masuk penting bagi bantuan kemanusiaan. Dia menambahkan serangan semacam itu bukan sesuatu yang kami dukung.

Baca Juga : Pejabat Senior Amerika Serikat Minta Inggris Kaji Ulang Kemampuan Angkatan Bersenjatanya

Sementara itu,  Presiden AS Joe Biden mengatakan serangan militer Israel ke Hamas sudah berlebihan. Biden mengatakan pihaknya berupaya agar bantuan kemanusiaan dapat masuk ke Gaza. Pengeboman dan pengepungan selama berbulan-bulan telah memperdalam krisis kemanusiaan, terutama di Gaza selatan.

Israel berjanji untuk melenyapkan Hamas dan telah menewaskan sedikitnya 27.840 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak. Sementara itu kelompok Hamas juga menyandera sekitar 250 orang. Israel mengatakan 132 orang masih berada di Gaza, 29 di antaranya diyakini tewas. (it)

 

15 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini