Update.com| Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyampaikan bahwa Mayjen (Purn) Kivlan Zen dituntut tujuh bulan penjara karena terbukti secara sah bersalah menyimpan, menyembunyikan, ataupun menggunakan senjata api beserta amunisi secara ilegal.
“Terdakwa Kivlan Zen telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana turut serta secara tanpa hak menerima, menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya, atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, menyembunyikan, mempergunakan sesuatu senjata api, amunisi atau sesuatu bahan peledak,” kata Jaksa Andri Saputra saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat (20/08/2021).
Karena itu lanjut jaksa, Menuntut, menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Kivlan Zen selama tujuh bulan dengan ketentuan selama terdakwa dalam tahanan dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan kepada terdakwa dengan perintah terdakwa segera dimasukkan ke dalam rumah tahanan atau lembaga pemasyarakatan.
“Supaya Majelis Hakim pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Kelas I A yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk, menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Kivlan Zen tujuh bulan penjara,” kata Jaksa.
Dalam dakwaannya Jaksa menuntut Kivlan Zen bersalah karena telah melanggar Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 Juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP.
Dalam melayangkan tuntutannya, jaksa mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan maupun meringankan. Pertimbangan yang memberatkan jaksa dalam melayangkan tuntutan yakni karena perbuatan Kivlan Zen meresahkan masyarakat.
Adapun hal yang memberatkanmenurut Jaksa,Kivlan Zen juga dinilai berbelit-belit dan tidak mengakui perbuatannya.
Sementara, hal-hal yang meringankan tuntutan jaksa yakni terdakwa Kivlan Zen belum pernah dihukum, bersikap sopan dalam persidangan, sudah berumur 74 tahun, berjasa dalam misi menjaga perdamaian pada 1995/1996, pernah mendamaikan pemberontakan Moro Misuari dengan Presiden Philipina, Fidel Ramos.
Kivlan juga dinilai telah berjasa bagi bangsa Indonesia dalam tugas rahasia membebaskan sandera di Pulau Sulu, Filipina. Tak hanya itu, jaksa menilai Kivlan Zen juga mendapat banyak bintang jasa berkaitan dengan ketentaraannya.
Dalam perkara ini, beberapa barang bukti yang ditunjukkan lima pucuk senjata api dalam berbagai jenis, dan dua box peluru tajam dengan total berisi 98 butir peluru. (iu)
Beliau sudah sepuh seharusnya dibebaskan
Semoga itu adil utk Beliau
Masuk apartemen baru ..
Suda usia beliau sngat disayangkan
Jenderal Pun harus Berhadapan dgn Hukum
Sisa umur banyak kena kasus… Tragic
Yg Punya Senjata Api Ilegal ditangkap…Yg Nyiram Air Keras pd Novel B koq belum sih Pak Polisi…
Pak Kivlan pastinksatria terima
Hormat Jenderal
UU darurat itu 12 tahun pak hakim, jangan goblok putusan dakwaannya.
Semoga adil, kepemilikan ilegal takut dibuat yg aneh²
Tidak adil sekali hukum di Indonesia
coba masyarakat biasa uda di cap teroris dan lain-lainnya hukumannya ga kira-kira juga diberikan kepadanya.
Berfikir waras mengalahkann berfikir sehat